Khataman dan Imtihan

Khataman dan Imtihan

Kamis, 02 Mei 2013

Sejarah Hari Kebangkitan Nasional

__________________________________________________________________

awal mula hari kebangkitan nasional
Monumen Kebangkitan Nasional - Solo (wiki)
 Tanggal 20 Mei, kita di Indonesia memperingati hari kebangkitan Nasional. Dan apa kawan sedusun sudah tahu, apa yang diperingati di hari Kebangkitan  Nasional ini?
Cuma sekedar mengingatkan, Hari Kebangkitan Nasional di peringati untuk mengenang saat-saat bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan dan Nasionalisme serta kesadaran memperjuangkan kemerdekaan Republik Indonesia, yang sebelumnya tidak muncul (sulit) di masa penjajahan Belanda dan Jepang.
Kebangkitan Nasional ini di awali dengan dua persitiwa bersejarah, yaitu berdirnya Boedi Oetomo (20 Mei 1908) dan Sumpah Pemuda (28 ktober 1928).
Adapun tokoh-tokoh yang mempelopori kebangkitan Nasional itu antara lain :
  1. Sutomo
  2. Ir. Soekarno
  3. Dr. Tjipto Mangunkusomo
  4. Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (sejak tahun 1922 menjadi Ki Hajar Dewantara)
  5. Dr. Douwes Dekker
  6. DLL
Pada tahun 1912, partai politik pertama berdiri, yaitu partai "Indesche Partij". Pada tahun 1912 ini juga Haji Samanhudi mendirikan Sarekat Dagang Islam (Solo), KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah (Yogyakarta), dan Dwijo Sewoyo dan kawan-kawan mendirikan Asuransi Jia Bersama "Boemi Poetra" (Magelang).
Kebangkitan pergerakan Nasional Indonesia bukan berawal dari berdirinya Boedi Oetomo, melainkan mulai dari berdirinya Sarekat Dagang Islam tahn 1905 di pasar Laweyan (Solo).Sarekat ini didirikan dengan tujuan menyaingi dominasi pedagang Cina saat itu. Kemudian berkembang menjadi organisasi pergerakan, dan pada tahun 1906 berubah nama menjadi Sarekat Islam.
Raden Mas Soewardi Soerjaningrat yang tergabung dalam Komite Boemi Poetera, menulis "Als ik eens Nederlander was" (Seandainya aku orang Belanda), pada tanggal 20 Juli 1913 yang memprotes keras rencana pemerintah Hindia Belanda (Sebelum menjadi Indonesia)  merayakan 100 tahun kemerdekaan Belanda di Hindia Belanda.
Dan karena tulisan inilah dr. Tjipto Mangunkusumo dan Soewardi Soerjaningrat dihukum dan diasingkan ke Banda dan Bangka, tapi karena "boleh memilih", keduanya dibuang ke Negeri Belanda. Di sana Soewardi justru belajar ilmu pendidikan dan Dr. Tjipto karena sakit dipulangkan ke Hindia Belanda.
Dan pada perkembangan selanjutnya, tanggal berdirinya Boedi Oetomo, 20 Mei ditetapkan dan diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Awal abad XX adalah masa Kebangkitan Nasional bangsa Indonesia karena pada waktu itu patriot-patriot Indonesia telah mulai bangun dari tidurnya yang nyenyak.

Boedi Oetomo – Masa Kabangkitan Nasional I
Kebangkitan nasional Indonesia didorong oleh berbagai faktor, baik faktor dari dalam negeri maupun faktor dari luar negeri, seperti :
  1. Makin banyaknya orang Indonesia yang terpelajar.
  2. Penderitaan rakyat Indonesia yang makin memuncak sebagai akibat penjajahan Belanda.
  3. Makin meningkatnya semangat ingin merdeka.
  4. Makin meningkatnya kesadaran untuk bersatu dan berorganisasi.
  5. Kemenangan Jepang atas Rusia dalam perang tahun 1905. Dengan kemenangan Jepang itu, maka bangsa-bangsa Asia yakin bahwa barat dapat dikalahkan oleh bangsa Asia.
  6. Timbulnya gerakan Turki Modern yang membawa pembaharuan.
Sebagai awal kebangkitan Nasional Indonesia, ditandai dengan lahirnya Boedi Oetomo pada tanggal 20 Mei 1908. Walaupun Boedi Oetomo pada mulanya adalah gerakan yang bersifat lokal yang bertujuan meningkatkan pendidikan, tetapi pengaruhnya kemudian melebar dan meluas ke seluruh penjuru tanah air Indonesia yang menimbulkan gerakan-gerakan kebangsaan.
Disamping itu ada gerakan-gerakan yang bersifat luas, seperti :
  1. Serikat Dagang Islam (1911).
  2. Indische Partij (1912).
  3. Partai Nasional Indonesia (1927).
  4. Dan partai-partai kebangsaan lainnya yang lahir kemudian.
Sebagai salah satu puncak kesadaran nasional, adalah lahirnya Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928. Organisasi organisasi pemuda yang terdiri dari Jong Java, Jong Sumateranen Bond, Pasundan, Jong Ambon, Jong Minahasa, Jong Celebes, Jong Batak, dan lain-lain mengadakan pembahasan dan berkesimpulan, bahwa jika Indonesia ingin merdeka maka segenap bangsa Indonesia harus bersatu.
Untuk itu mereka bersumpah yang terkenal dengan Sumpah Pemuda, yang berbunyi :
“Kami Putra Putri Indonesia” mengaku :
  • Bertanah Air Satu, Tanah Air Indonesia.
  • Berbangsa Satu, Bangsa Indonesia.
  • Berbahasa Satu, Bahasa Indonesia.
Semangat sumpah pemuda mendapat sambutan dari segenap lapisan masyarakat Indonesia. Pada tanggal 22 Desember 1928 dilangsungkan Kongres Perempuan I di Yogyakarta yang melahirkan terbentuknya satu federasi antar organisasi wanita, dengan nama Perserikatan Perkumpulan Perempuan Indonesia (PPPI) sebagai cikal bakal Hari Ibu.
Sebagai penagruh dari sumpah Pemuda timbul gerakan-gerakan yang bersifat kebangsaan yang semakin meningkatkan kesadaran berbangsa dan kesadaran merdeka lepas dari penjajahan Belanda.
Walau pemerintah kolonial Belanda menangkapi dan membuang para pemimpin bangsa Indonesia, seperti Ir. Soekarno, Hatta, Sutan Syahrir, Tjipto Mangunkusumo, Ki Hajar Dewantoro, dan ribuan pemimpin lainnya tetapi jiwa kebangsaan, jiwa persatuan, dan jiwa ingin merdeka yang ditanamkan oleh sumpah pemuda semakin tumbuh dengan subur,-


Sumber : Wikipedia

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Edy_Hari_Yanto's  album on Photobucket